Pustakaby

Wreck of the Titan: Kemiripan sebuah novel atas tragedi Titanic

Titanic Titan

Tragedi tenggelamnya kapal Titanic (1912) seolah-oleh telah diramalkan dalam sebuah novel yang terbit 14 tahun sebelumnya. Bahkan, banyak persamaan diantara keduanya, entah itu hanya kebetulan belaka, yang jelas hal ini mengandung sebuah misteri di dalamnya.

Futility, or the Wreck of the Titan adalah sebuah novel karya Morgan Robertson yang terbit tahun 1898. Buku ini berkisah tentang malapetaka sebuah kapal besar bernama ‘Titan’ yang tenggelam di samudera Atlantik bagian utara setelah menabrak gunung es dalam perjalanannya dari Southampton ke New York City. Awalnya, novel tersebut bernama ‘Futility’ yang berarti ‘Kesia-siaan’ yang kemudian berubah judul menjadi ‘Wreck of the Titan’ (Bangkai Titan).

Rancangan sisi RMS Titanic

Butuh waktu 2 tahun (1909 – 1911) bagi perusahaan pembuat kapal Harland and Wolff untuk menyelesaikan pembangunan kapal RMS Titanic yang merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya (1912). Pada pelayaran perdananya, kapal RMS Titanic tenggelam persis seperti kapal Titan yang diceritakan dalam novel tersebut.

Dalam novelnya, Robertson pun menggambarkan kesombongan manusia yang menyebut kapal tersebut tidak dapat tenggelam, hingga Titan hanya menyediakan 24 sekoci penyelamat untuk 2000 penumpangnya. Hal yang sama juga terjadi pada Titanic, begitu yakinnya Titanic tak dapat tenggelam, hingga pemilik kapal hanya menyediakan 20 sekoci penyelamat untuk 2200 penumpang, atau hanya separuh dari jumlah sekoci yang dibutuhkan.

Berikut adalah kemiripan antara kapal RMS Titanic dengan kapal Titan dalam novel:

Hal Titan Titanic
Asal negeri Britania Raya Britania Raya
Panjang 800 kaki 882 kaki
Berat 70.000 ton 60.250 ton
Kecepatan puncak 25 knot 23 knot
Jumlah baling-baling 3 3
Jumlah ruang kedap air 19 15
Kapasitas ±3000 ±3000
Jumlah penumpang 2000 2200
Jumlah sekoci 24 20
Tempat yang rusak Kanan depan Kanan depan
Bulan kejadian April April

Namun, dari sejumlah kesamaan tersebut, terdapat pula beberapa perbedaan. Titan, dalam novel tersebut tenggelam ketika kembali dari New York, setelah berkunjung 3 kali. Sedangkan, Titanic tenggelam pada saat pelayaran perdananya menuju ke New York. Perbedaan terakhir adalah Titanic adalah ‘anak tengah’ dari tiga ‘bersaudara’, sedangkan The Titan tidak memiliki ‘saudara’.

Mungkin bagi sebagian orang hal ini sulit untuk diterima dengan akal sehat, tapi yang menarik adalah sang penulis Morgan Robertson juga menulis sebuah cerpen mengenai perang antara Amerika dan Jepang pada tahun 1914. Dimana jepang tidak mendeklarasikan perang namun langsung melancarkan serangan bom ke Amerika, persis seperti saat Pearl Harbour diledakan oleh Jepang. Sungguh sangat menarik mengetahui seorang novelis dapat menulis dua buah buku yang menceritakan kejadian yang terjadi bertahun-tahun kemudian dengan sangat mirip.

PSTKBY-AFA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 2, 2013 by and tagged , , , .

Navigation

Calendar

August 2013
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Member of The Internet Defense League

%d bloggers like this: